.xociety of movie lover: movie for everyone!

Kado Ulang Tahun

April 26, 2008 · Leave a Comment

Pagi itu mungkin bukanlah pagi yang berbeda bagi Ben. Tidak sampai ia terbangun dari tidurnya oleh suara jam weker yang berdering kencang. Ketika sadar bahwa ia bangun kesiangan, dengan sigap ia bergegas untuk pergi kuliah. Entah mengapa ada yang terasa berbeda di pagi itu. Di gerbang kampus Ben memanggil Ferdi, sahabat karibnya, yang berjalan tak jauh di depannya. Namun Ferdi hanya menoleh sesaat dan melanjutkan langkahnya. Sebuah reaksi yang tak terduga. Ben hanya berpikir bahwa Ferdi masih kesal karena ulah usilnya tempo hari.

Kuliah telah dimulai. Ben langsung duduk di bangku pojok yang selalu ia tempati.  Namun sampai akhir kuliah pun ia merasa seperti diacuhkan oleh orang-orang di sekitarnya. Beberapa dari temannya hanya sesekali melihat ke arahnya dengan tatapan penuh arti tanpa sekalipun menggubris Ben yang berusaha untuk memancing obrolan. Ben pun semakin heran. Dengan gayanya yang santai ia pun beranjak untuk ke kantin.

 

Seorang wanita menghampirinya dengan senyuman manis. Ben merasa tidak pernah melihat wanita yang mengenakan sweater putih itu. Namun karena keramahannya, ia pun larut dalam percakapan. Sang wanita hanya tersenyum ketika Ben menceritakan sikap aneh dari teman-temannya di hari itu. Wanita itu hanya berkata, “Mungkin kau tidak sadar akan hari ini.” Ben yang semula heran mendengarnya akhirnya mengerti ketika melihat tanggal di jam tangannya. Ia baru ingat bahwa ini adalah hari ulang tahunnya. Ia langsung berpikir bahwa teman-temannya pasti sudah punya rencana di balik itu. Wanita itu pun mengajak Ben untuk merayakan ulang tahun kecil-kecilan di rumah Ben. Ben merasa tidak yakin untuk merayakan ulang tahun tanpa teman-temannya. ”Tenanglah, mereka pasti akan datang ke rumahmu” ujar wanita itu.

 

Sesampainya di rumah, Ben tidak sabar untuk menemui ibunya yang tidak sempat ia temui tadi pagi. Namun niatnya untuk berbagi kegembiraan ia urungkan ketika melihat ibunya duduk menangis sambil menatapi foto Ben sewaktu kecil. Ben tidak menyangka ibunya dapat terharu sedalam itu di hari ulang tahunnya yang ke 20. Ben pun memutuskan untuk kembali ke ruang tamu menemui wanita yang baru dikenalnya. “Ibumu pasti sangat terharu bila menyadari bahwa ia telah membesarkanmu selama 20 tahun”. “Ia pasti berharap besar darimu”, ujar wanita itu setelah mendengar cerita dari Ben.

 

Tak terasa senja pun tiba saat Ben masih asyik bercengkerama dengan wanita itu. Bel rumah Ben berbunyi. Ibu Ben membukakan pintu. Ben menghampiri ibunya sambil bertanya siapa yang datang, tetapi ibunya tak menjawab. Ben akhirnya sadar bahwa yang datang tak lain adalah teman-temannya. Namun Ben tidak merasa pernah mengundang mereka untuk datang di hari ulang tahunnya dengan dresscode hitam-hitam. Ia juga terheran-heran melihat mereka yang tiba-tiba berurai air mata bersama ibu Ben. “Kini aku tinggal sebatang kara, Nak!” ibu Ben berkata kepada mereka sambil terisak. Ben menoleh ke arah sang wanita. “Sudah kubilang, mereka pasti akan datang. Mereka semua sangat menyayangimu”, ujar wanita itu sambil tersenyum. “Maaf, karena aku tidak mengajakmu ke pemakamanmu tadi siang. Selamat jalan Ben …”

by : Barziyan

posted by : d&m

Categories: drama

0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Leave a Comment