.xociety of movie lover: movie for everyone!

BOLA-BOLA CINTA

May 2, 2008 · 2 Comments

Topi abu-abunya dibanting ke kasur, Hary duduk lesu di kursinya. Panggilan sang bibi untuk makan siang tak digubrisnya. Hari ini benar-benar hari yang pahit buatnya, bagaimana tidak? Usahanya menembak Dian, anak kelas 2-1, gagal. Padahal rasanya dia sudah bikin rencana yang matang, bikin kue kesukaannya, beliin boneka kucing favoritnya, hingga beliin es cendol Mang Udin yang tiap hari mangkal di depan sekolahan. Kini masih saja dia tetap menjomblo selama hampir lima tahun.

Jam menunjukkan pukul setengah tiga, yang berarti setengah jam lagi dia harus latihan sepakbola di stadion. Biasanya hobinya bersepakbola dapat mengalahkan segalanya termasuk soal cewek, namun sekarang agak berbeda. Hary masih kepikiran saja soal kejadian tadi siang di sekolah.

HP Hary berbunyi, si Vino anak kelas 2-6 yang sama-sama ikutan sekolah sepakbola menelponnya menanyakan keberangkatannya ke stadion. Maklum Vino adalah sahabat dekat Hary sekaligus suka nebeng naik motor Yamaha Jupiter punya Hary ke stadion. Vino ini seorang jomblo fresh, baru putus dua hari yang lalu karena masalah yang cukup sepele. Vino dianggap kurang setia sama mantannya karena lebih suka main PES 2008 ketimbang pergi nonton bioskop bareng.

Tidak sampai lima menit Vino nyampe di rumah Hary, sama-sama tinggal di komplek Radio Dalam rumah Vino dan Hary memang cuma beda satu RW. Setelah makan siang Hary pamit sama sang bibi dan segera pergi bersama Vino. Dijalan obrolan mereka gak jauh-jauh dari seputar cewek, kegagalan kedua kubu untuk mendapat ataupun mempertahankan cinta. Salah satu obrolan mereka adalah taktik bermain bola dapat diterapkan ke cewek, misalnya dengan jemput bola ataupun bola-bola panjang.

Setelah 15 menit menempuh perjalanan, mereka berdua sampai di stadion. Disana sudah kelihatan beberapa pemain seperti si kembar Mardin dan Komar yang sama-sama sering jadi cadangan, Franky yang stylish dan sering memberi filosofi cinta, hingga Om Benny sang pelatih mereka. Pemanasan segera dimulai, Om Benny menginstruksikan mereka untuk jogging-jogging kecil, Hary dan Franky sering latihan bareng karena posisi mereka sama2 pemain tengah, bedanya Hary bertipe marker dan Franky bertipe playmaker. Bercerita tentang kegagalan Hary menembak cewek, Franky menceritakan dalam 5400 detik pertandingan sepakbola saja masih mungkin tidak terjadi gol sedikitpun, itu hanya soal pintar-pintarnya memanfaatkan peluang. Soichiro Honda berhasil hanya 1 % dan 99 % berisi kegagalan, namun yang 1% itu telah mengubah namanya dan bahkan dunia. Bahkan motor Franky pun bermerk Honda.

Hari berikutnya masih cukup berat bagi Hary, dia masih enggan keluar kelas di jam istirahat, takut ketemu Dian. Sebenarnya si Dian ini juga rada malu-malu kucing dan dia juga ada sedikit rasa suka sama Hary, cuma karena gengsi di depan teman-teman aja dia nolak Hary. Makanya Dian suka sok mondar-mandir depan kelas Hary buat sekedar TP, maklum WC cewek gak jauh letaknya dari kelas Hary, sekalian jadinya. Sewaktu istirahat ini juga Ipank dari Seksi Olahraga OSIS mengumumkan tentang adanya kompetisi olahraga di Senayan yang diselenggarakan oleh SMA 70. Para siswa yang merasa punya bakat di bidang olahraga tertentu disarankan untuk ikut. Hary sertamerta langsung mengajak Vino untuk ikutan sepakbola dan futsal sekaligus, beberapa anak seperti Arjun dan Didik lebih suka ikut voli, Fandi sang ketua kelas ikutan tenis meja, sementara Damar yang berbadan besar hanya pasrah ketika teman-temannya meminta dia jadi seksi konsumsi, tentunya setelah harapannya mengikuti cabang sumo gagal. Maklum tidak ada cabang sumo di kompetisi itu.

Suasana kelas langsung ramai ketika sekolah mengumumkan siswa-siswa yang terpilih dan akan dikirim untuk mewakili sekolah mereka bertanding. Dian ternyata juga terpilih untuk cabang bola basket. Hary agak terkejut melihat nama Dian, bercampur rasa antara kagum dan deg-degan. Bagaimana kalau nanti ketemu mendadak dan langsung salah tingkah. Dari jauh ternyata Dian juga senyum-senyum nggak jelas melihat Hary. Teman-temannya langsung memergoki dan menanyakan apa yang Dian lihat, spontan Dian menjawab kalau dia lagi melihat Sari temannya sedang terburu-buru melihat pengumuman.

Di rumah Hary bercerita kepada ayahnya seputar kompetisi sepakbola dan futsal yang akan diikutinya dua minggu lagi. Ayah Hary yang Juventini (penggemar Juventus) lantas setuju dengan keinginan anaknya untuk ikut kompetisi itu, wajar saja karena dulu beliau juga adalah seorang wing back yang rajin bolak-balik membantu serangan. Soal kisah cinta Hary, ayahnya memberi nasihat bahwa olahraga bisa membantu Hary melupakan cewek.

Siapa menyangka ternyata kompetisi itu menjadi awal percintaan mereka berdua. Hary yang tampil amat baik di pertandingan futsal memikat dua pihak, Dian sang pujaan hati dan John dari Ajax Amsterdam Junior Club. Dian dan Hary akhirnya jadian setelah Dian menembak Hary persis setelah semifinal selesai dan Hary masih dalam keadaan peluh keringat. Tapi ternyata mereka tak bisa lama-lama bersama karena John merekrut Hary untuk berlatih sepakbola di Belanda dan tentunya harus meninggalkan sekolah mereka selama beberapa saat.

Pada saat keberangkatan Hary, Dian ikut ke bandara. Perpisahan tak terelakkan dan mereka tidak bisa lagi bersama untuk sementara waktu. Kepergian Hary diiringi janjinya untuk setia dan juga doa supaya Dian baik-baik saja di tanah air. Pesawat lepas landas, sepakbola dan cinta adalah dua hal yang terkadang tidak dapat diraih keduanya sekaligus.

Oleh Yuan Hanif Syaniardi

Mahasiswa yang mencari arti cinta sesungguhnya

Categories: drama

2 responses so far ↓

Leave a Comment