<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>.xociety of movie lover: movie for everyone!</title>
	<atom:link href="http://xmlui.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://xmlui.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 02 May 2008 09:38:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='xmlui.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>.xociety of movie lover: movie for everyone!</title>
		<link>http://xmlui.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://xmlui.wordpress.com/osd.xml" title=".xociety of movie lover: movie for everyone!" />
	<atom:link rel='hub' href='http://xmlui.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sesuatu Yang Terlambat</title>
		<link>http://xmlui.wordpress.com/2008/05/02/sesuatu-yang-terlambat/</link>
		<comments>http://xmlui.wordpress.com/2008/05/02/sesuatu-yang-terlambat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 09:38:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>xmlui</dc:creator>
				<category><![CDATA[drama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://xmlui.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu hari,ada seorang gadis cantik,berkulit putih,berhidung mancung, berambut hitam panjang,tinggi semampai,berumur 24 tahun,saat ini ia bekerja di perusahaan bonafit di Jakarta.Namanya Angelina Naurita.Teman-temannya memenggilnya Angel.Angel adalah sosok gadis mandiri,cerdas,dan sangat ramah.Sebagai seorang wanita,mungkin ia dapat dikatakan sangat mendekati “kesempurnaan”.Selain &#8230; <a href="http://xmlui.wordpress.com/2008/05/02/sesuatu-yang-terlambat/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=xmlui.wordpress.com&amp;blog=3475655&amp;post=27&amp;subd=xmlui&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin-left:-9pt;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">Pada suatu hari,ada seorang gadis cantik,berkulit putih,berhidung mancung, berambut hitam panjang,tinggi semampai,berumur 24 tahun,saat ini ia bekerja di perusahaan bonafit di Jakarta.Namanya Angelina Naurita.Teman-temannya memenggilnya Angel.Angel adalah sosok gadis mandiri,cerdas,dan sangat ramah.Sebagai seorang wanita,mungkin ia dapat dikatakan sangat mendekati “kesempurnaan”.Selain mempunyai keindahan fisik,ia pun mempunyai Orang Tua yang sangat menyayanginya.Angel lahir sebagai anak tunggal dari keluarga yang sangat berkecukupan.Ayahnya seorang pengusaha dan Ibunya seorang dokter specialis jantung.Selain itu,ia juga mempunyai “someone special”,yaitu Chiko,lelaki tampan berusia 25 tahun yang telah 6 tahun belakangan ini menjadi kekasihnya.Tidak sedikit teman-temannya yang iri dengan kehidupannya yang begitu sempurna.Ia mempunyai segalanya. Cantik,cerdas,kehidupan yang serba berkecukupan,serta kekasih yang selalu ada saat ia membutuhkan.Angel sangat mencintai Chiko,begitu pun sebaliknya.Mereka pun akan segera menikah dalam waktu dekat.Everything is fine, until. . . . . . . . . . .</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:-9pt;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">Pada suatu saat,Chiko yang bekerja di salah satu perusahaan asing,dalam waktu dekat akan ditugaskan ke Jepang,kurang lebih 1 tahun.Dan Chiko harus menetap disana selama kurun waktu yang telah ditentukan.Mau tak mau,Chiko harus tetap menjalankan perintah tersebut.Padahal menurut rencana,persiapan untuk acara ‘wedding’ mereka akan dilakukan dalam waktu dekat.Angel sangat kecewa saat mendengar kabar tersebut.Orang tua Angel sangat menginginkan agar mereka segera melangsungkan pernikahan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:-9pt;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">Akhirnya waktu pun tiba,Chiko harus pergi ke Jepang dan meninggalkan Angel.Ia telah memberi amanat kepada Yoga,yang tidak lain adalah sahabatnya sejak kecil,untuk menjaga Angel saat dirinya pergi.Angel mengantarkan Chiko ke bandara dan akhirnya mereka berdua harus berpisah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:-9pt;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">Hari demi hari dilewati Angel tanpa Chiko.Ia sangat sedih dan tidak bersemangat karena harus menjalani ‘long distance relationship’.Tetapi keadaannya menjadi berubah ketika Yoga datang menemani hari-harinya yang sepi,sebagaimana telah di amanatkan oleh Chiko kepadanya.Sebagai seorang sahabat yang baik tentulah Yoga melakukan amanat sahabatnya tersebut dengan senang hati.Lama kelamaan Angel dan Yoga sangat akrab,malahan menurut orang banyak,mereka adalah sepasang kekasih.Angel sangat nyaman ketika bersama Yoga,begitupun sebaliknya,Yoga pun sangat menikmati ketika melewati waktu bersama dengan Angel.Mereka berdua hampir setiap hari bertemu.Yoga yang kebetulan bekerja di tempat yang sama dengan Angel namun berbeda lantai tersebut selalu mengantar jemput Angel.Hal-hal tersebut lah yang membuat mereka menjadi semakin akrab dan menemukan kecocokan satu sama lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:-9pt;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">Hubungan Angel dan Chiko agak mulai merenggang,dikarenakan jadwal Chiko yang sangat padat,sehingga tidak mempunyai banyak waktu untuk berkomunikasi dengan Angel.Mereka hanya sesekali berkomunikasi lewat telepon ataupun chatting.Karena hal inilah,Angel merasa kesepian dan akhirnya ia selalu bercerita kepada Yoga tentang masalah apapun,termasuk masalahnya dengan Chiko.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:-9pt;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">Pada suatui hari,Yoga mengajak Angel untuk olahraga pagi bersama.Mereka berdua sangat suka olahraga,khususnya basket. Mereka janjian bertemu di taman komplek tempat Angel tinggal.Tempat tersebut sangat ramai,terutama hari libur seperti sabtu dan minggu.Ketika bertemu,mereka langsung melakukan pemanasan dengan lari mengelilingi taman setelah itu mereka langsung menuju lapangan basket.Ketika mereka sedang berebut bola,tiba-tiba Angel jatuh dan mengeluarkan banyak darah dari mulutnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:-9pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">Yoga sangat kaget dan segera membawa Angel pulang untuk melaporkan kejadian tersebut ke orang tuanya.Setelah itu Angel segera dibawa ke rumah sakit.Setelah diperiksa,ternyata penyakit Angel kambuh. Rupanya,didalam keceriaan dan kesempurnaan Angel,tersimpan sesuatu yang tidak diketahui orang lain.Ia menderita penyakit leukimia yang telah dideritanya selama 2 tahun terakhir ini.Yoga sangat terkejut ketika mengetahui berita tersebut.Ia tidak menyangka bahwa di dalam tubuh Angel yang terlihat sangat ceria,ia menyembunyikan sesuatu.Setelah mendengar kabar tersebut,Yoga segera menanyakan kebenarannya kepada orang tua Angel,apakah berita yang ia dengar itu benar-benar nyata atau tidak.Orang tua Angel membenarkan berita tersebut dan melarang Yoga untuk memberitahukan berita tersebut kepada Chiko.Ironisnya,Chiko sama sekali tidak mengetahui hal tersebut,padahal ia adalah salah satu orang terdekat Angel.Ternyata,Angel yang melarang orang tuanya untuk memberitahu hal tersebut kepada Chiko,karena ia tidak ingin melihat orang yang paling di cintainya sedih dan selalu mengkhawatirkan keadaannya.Angel memang sangat mencintai Chiko, sampai-sampai ia rela menyembunyikan sakit yang dideritanya. Padahal, penyakit Angel bisa dibilang sudah sangat parah.Yoga akhirnya memutuskan untuk menyembunyikan hal tersebut dari Chiko, walaupun ia tahu bahwa perbuatannya tersebut salah, karena bagaimanapun keadaannya, Chiko berhak untuk mengetahui keadaan yang sesungguhnya,apalagi Angel adalah calon isteriya.Tapi semua itu adalah keputusan Angel,dan ia harus menghormati apapun keputusan itu,walaupun dihatinya tersimpan rasa bersalah yang teramat besar kepada Chiko.Menurutnya,Chiko yang lebih berhak mengetahui keadaan Angel yang sebenarnya dibandingkan dengan dirinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:-9pt;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">Setelah kejadian tersebut,Yoga semakin memperhatikan keadaan Angel.Ia ingin menjaga dan selalu ada untuknya kapan pun saat ia membutuhkannya.Di dalam lubuk hatinya tersimpan perasaan sayang yang tulus kepada Angel.Perasaan itu muncul dengan sendirinya seiring berjalannya waktu serta intensitas pertemuan mereka yang bisa dibilang sangat sering.Tetapi ia menyembunyikannya dalam hati.Ia tidak ingin mengkhianati Chiko,sahabatnya dari kecil yang telah memberikan kepercayaan penuh kepadanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:-9pt;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">Lama kelamaaan keadaan Angel makin parah.Ia semakin sering mengeluarkan darah dari mulutnya.Tubuhnya sangat lemah,pucat,dan tidak bersemangat.Bahkan,Yoga tidak pernah melihat keceriaan Angel seperti dulu lagi.Seolah-olah,ia sudah tidak sanggup menahan dan menutupi rasa sakit yang dirasakannya itu.Melihat keadaan Angel yang semakin hari semakin buruk,perasaannya kepada Angel semakin dalam.Ia semakin mencintai Angel dan sangat takut kehilangannya.Perasaan itu tak bisa ditahan lagi,ia ingin melakukan apa saja agar Angel dapat kembali tersenyum ceria seperti dulu,ia rindu akan sosok Angel yang ceria,bersemangat dan pantang menyerah.Karena itulah,ia menyarankan orang tua Angel,agar Angel dibawa berobat ke luar negeri agar bisa segera sembuh.Ia tidak sanggup melihat Angel menderita seperti ini.Ia sangat mencintai Angel.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:-9pt;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">Akhirnya,atas usulan Yoga,orang tua Angel memutuskan membawa Angel berobat ke Singapura.Menurutnya,dokter-dokter disana lebih berpengalaman dibandingkan dokter-dokter di Indonesia.Semua tentu saja sangat mengharapkan kesembuhan Angel.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:-9pt;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">Tiba saatnya Angel berangkat ke Singapura untuk menjalani pengobatan.Orang tuanya tidak bisa menemaninya dikarenakan pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan.Ayah Angel seorang pengusaha yang usahanya sedang sangat berkembang dan sama sekali tidak bisa ditinggalkan.Ibu Angel seorang specialis jantung yang pasti tidak bisa ditinggalkan.Orang tua Angel meminta bantuan kepada Yoga agar menemani Angel saat menjalani pengobatan disana.Tentu saja Yoga dengan senang hati melakukannya,karena di lubuk hatinya yang paling dalam,ia sangat menginginkan kesembuhan Angel,gadis yang sangat dicintainya.Akhirnya,Angel menjalani pengobatan di Singapura hanya ditemani oleh Yoga.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:-9pt;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">Sekian lama Angel menjalani pengobatan, ternyata keadaannya tidak juga membaik.Keadaan Angel masih sama,stabil,tidak ada kemajuan,malah semakin hari semakin memburuk.Yoga berinisiatif untuk memberitahukan keadaan Angel yang sebenarnya kepada Chiko dan memberitahukan bahwa ia dan Angel sedang berada di Singapura untuk menjalani pengobatan.Ia memberi kabar kepada Chiko secara diam-diam tanpa sepengetahuan Angel.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:-9pt;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">Setelah mengetahui berita tersebut,Chiko sangat khawatir dengan keadaan Angel dan ia akan segera menyusul Angel dan Yoga di Singapura.Ia sangat terkejut mengenai hal tersebut dan sangat merasa bersalah karena telah meninggalkannya pada saat seperti ini,saat dimana Angel sangat membutuhkan dirinya disampingnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:-9pt;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">Setibanya Chiko di Singapura,ia langsung menemui Angel dan Yoga yang pada saat itu sedang berada di rumah sakit.Chiko tidak bisa menyembunyikan kesedihannya ketika melihat orang yang sangat dicintainya itu terbaring lemah di atas tempat tidur.Ia sampai mengeluarkan air mata yang tidak bisa lagi dibendungnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:-9pt;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">Di dalam hati Yoga tersimpan rasa bersalah yang sangat besar kepada Chiko dan ia memutuskan untuk berbicara jujur kepadanya.Ia mengakui bahwa sesungguhnya ia mencintai Angel.Ketika ia menggantikan posisi Chiko,dan hampir setiap hari bertemu dan menghabiskan waktu bersama Angel,ia merasa nyaman dan sangat bahagia.Ia tidak bisa lagi membohongi perasaannya,ia sangat mencintai dan menyayangi Angel.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:-9pt;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">Mendengar berita tersebut,tentu saja Chiko sangat terpukul,ia tidak menyangka bahwa sahabat terbaiknya tega mengkhianati kepercayaan yang telah diberikannya.Tetapi disisi lain,Angel sangat lega dan senang ketika mendengar semua itu.Ternyata selama ini ia pun menyimpan perasaan yang sama kepada Yoga.Ia pun merasa nyaman saat berada di dekatnya,ia merasa sangat bahagia ketika sedang bersamanya.Tetapi ia hanya menyembunyikan dalam hati saja.Menurutnya,Yoga adalah sosok yang ia cari selama ini.Ia selalu ada saat sedang dibutuhkan,tidak seperi Chiko yang hanya mementingkan pekerjaan semata,tanpa pernah memperdulikannya sedikitpun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:-9pt;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">Chiko sangat hancur saat itu,perasaannya bercampur aduk, sedih, kecewa, marah,s emuanya ia rasakan.Tetapi saat ini kesembuhan Angel adalah segalanya.Ia tidak memikirkan hal lain kecuali kesembuhan Angel.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:-9pt;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">Dan pada saat itulah,keadaan Angel semakin memburuk,ia sudah tidak kuat lagi menahan rasa sakitnya selama ini.Angel meminta sesuatu kepada Yoga dan Chiko agar tetap bersahabat sampai kapanpun,jangan Cuma gara-gara ini mereka menjadi musuh.Beberapa menit setelah ia mengucapkan kata-kata itu,ia meninggal dunia.Chiko dan Yoga sangat terpukul atas kematian Angel yang sangat tiba-tiba itu.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">Created by : Reza Fandini </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/xmlui.wordpress.com/27/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/xmlui.wordpress.com/27/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/xmlui.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/xmlui.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/xmlui.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/xmlui.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/xmlui.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/xmlui.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/xmlui.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/xmlui.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/xmlui.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/xmlui.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/xmlui.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/xmlui.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/xmlui.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/xmlui.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=xmlui.wordpress.com&amp;blog=3475655&amp;post=27&amp;subd=xmlui&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://xmlui.wordpress.com/2008/05/02/sesuatu-yang-terlambat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e07cbcdd8aa18ba490420a4999d4c771?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">xmlui</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Untitled</title>
		<link>http://xmlui.wordpress.com/2008/05/02/untitled-2/</link>
		<comments>http://xmlui.wordpress.com/2008/05/02/untitled-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 09:30:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>xmlui</dc:creator>
				<category><![CDATA[drama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://xmlui.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Ide cerita : terinspirasi dari manga karya Muraeda Kenichi, “Kamoshika” Di suatu kota besar, kota metropolis antah berantah di Indonesia, kehidupan begitu complex. Berbagai masalah, mulai dari masalah yang terlihat secara langsung, seperti terpinggirnya orang-orang berekonomi rendah hingga masalah yang &#8230; <a href="http://xmlui.wordpress.com/2008/05/02/untitled-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=xmlui.wordpress.com&amp;blog=3475655&amp;post=26&amp;subd=xmlui&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span class="SubtleReference"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Verdana;">Ide cerita : terinspirasi dari manga karya Muraeda Kenichi, “Kamoshika”</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span class="SubtleReference"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Verdana;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Verdana;">Di suatu kota besar, kota metropolis antah berantah di Indonesia, kehidupan begitu complex. Berbagai masalah, mulai dari masalah yang terlihat secara langsung, seperti terpinggirnya orang-orang berekonomi rendah hingga masalah yang tak terlihat, yaitu moral yang buruk, kehidupan glamour orang-orang elite, ada di kota ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Verdana;">Oleh karena itu, pemerintah kota ini membuat sebuah divisi baru di pemerintahan-nya, yaitu divisi yang mengatasi apa yang tidak diatasi oleh divisi lainnya, yaitu Divisi Asaka (<strong>A</strong>pa <strong>S</strong>aja Bis<strong>a</strong> Dilaku<strong>ka</strong>n). Dalam kehidupan yang begitu rumit ini, terdapat seorang pemuda yang berasal dari kalangan elite, Rudy. Rudy begitu mencintai kota tempat dia hidup dan dilahirkan ini. Karena itu, dia ingin mengabdikan hidupnya untuk memajukan kota ini, dengan menjadi pegawai pemerintahan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Verdana;">Cerita berawal ketika dia baru saja lulus test untuk menjadi PNS dan dimasukkan di divisi baru tersebut, divisi Asaka. Ternyata apa yang Rudy ekspektasikan tidak sesuai dengan kenyataan yang diharapkan. Divisi Asaka yang seharusnya mengurus semua yang tidak termasuk ke dalam divisi lain, ternyata justru merupakan divisi paling nganggur. Setiap permintaan yang masuk ternyata sudah teratasi oleh divisi lainnya. Rudy tidak bisa menerima hal ini, karena itu dengan semangat mudanya, dia langsung terjun ke masyarakat, untuk melaksanakan tugasnya sebisanya, meskipun rekan-rekan sekantornya berkata bahwa itu percuma. Mereka berpendapat, lebih enak begini, cukup datang ke kantor digaji.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Verdana;">Di sinilah Rudy mendapati berbagai masalah-masalah kecil yang terjadi di kota ini, seperti membantu seorang nenek menyebrang jalan, membantu seorang siswa dalam mengerjakan tugas pengamatan, dll. Semua ini dapat dilaluinya dengan baik. Seiring dengan berlalunya waktu, rekan-rekan Rudy yang lain pun merasa tergugah. Mereka mulai melaksanakan tugas mereka. Dan masyarakat pun mulai merasakan adanya ‘kebaikan’ dari Divisi ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;">
<p>Created by:</p>
<p>Arditya Wahyu N</p>
<p><span class="SubtleReference"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Verdana;"> </span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/xmlui.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/xmlui.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/xmlui.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/xmlui.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/xmlui.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/xmlui.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/xmlui.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/xmlui.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/xmlui.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/xmlui.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/xmlui.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/xmlui.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/xmlui.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/xmlui.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/xmlui.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/xmlui.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=xmlui.wordpress.com&amp;blog=3475655&amp;post=26&amp;subd=xmlui&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://xmlui.wordpress.com/2008/05/02/untitled-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e07cbcdd8aa18ba490420a4999d4c771?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">xmlui</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BOLA-BOLA CINTA</title>
		<link>http://xmlui.wordpress.com/2008/05/02/bola-bola-cinta/</link>
		<comments>http://xmlui.wordpress.com/2008/05/02/bola-bola-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 09:15:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>xmlui</dc:creator>
				<category><![CDATA[drama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://xmlui.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Topi abu-abunya dibanting ke kasur, Hary duduk lesu di kursinya. Panggilan sang bibi untuk makan siang tak digubrisnya. Hari ini benar-benar hari yang pahit buatnya, bagaimana tidak? Usahanya menembak Dian, anak kelas 2-1, gagal. Padahal rasanya dia sudah bikin rencana &#8230; <a href="http://xmlui.wordpress.com/2008/05/02/bola-bola-cinta/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=xmlui.wordpress.com&amp;blog=3475655&amp;post=25&amp;subd=xmlui&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">Topi abu-abunya dibanting ke kasur, Hary duduk lesu di kursinya. Panggilan sang bibi untuk makan siang tak digubrisnya. Hari ini benar-benar hari yang pahit buatnya, bagaimana tidak? Usahanya menembak Dian, anak kelas 2-1, gagal. Padahal rasanya dia sudah bikin rencana yang matang, bikin kue kesukaannya, beliin boneka kucing favoritnya, hingga beliin es cendol Mang Udin yang tiap hari mangkal di depan sekolahan. </span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">Kini masih saja dia tetap menjomblo selama hampir lima tahun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;"><span> </span>Jam menunjukkan pukul setengah tiga, yang berarti setengah jam lagi dia harus latihan sepakbola di stadion. </span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">Biasanya hobinya bersepakbola dapat mengalahkan segalanya termasuk soal cewek, namun sekarang agak berbeda. Hary masih kepikiran saja soal kejadian tadi siang di sekolah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;"><span> </span>HP Hary berbunyi, si Vino anak kelas 2-6 yang sama-sama ikutan sekolah sepakbola menelponnya menanyakan keberangkatannya ke stadion. Maklum Vino adalah sahabat dekat Hary sekaligus suka nebeng naik motor Yamaha Jupiter punya Hary ke stadion. Vino ini seorang jomblo <em>fresh</em>, baru putus dua hari yang lalu karena masalah yang cukup sepele. Vino dianggap kurang setia sama mantannya karena lebih suka main PES 2008 ketimbang pergi nonton bioskop bareng. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;"><span> </span>Tidak sampai lima menit Vino nyampe di rumah Hary, sama-sama tinggal di komplek Radio Dalam rumah Vino dan Hary memang cuma beda satu RW. Setelah makan siang Hary pamit sama sang bibi dan segera pergi bersama Vino. Dijalan obrolan mereka gak jauh-jauh dari seputar cewek, kegagalan kedua kubu untuk mendapat ataupun mempertahankan cinta. Salah satu obrolan mereka adalah taktik bermain bola dapat diterapkan ke cewek, misalnya dengan jemput bola ataupun bola-bola panjang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;"><span> </span>Setelah 15 menit menempuh perjalanan, mereka berdua sampai di stadion. Disana sudah kelihatan beberapa pemain seperti si kembar Mardin dan Komar yang sama-sama sering jadi cadangan, Franky yang <em>stylish</em> dan sering memberi filosofi cinta, hingga Om Benny sang pelatih mereka. Pemanasan segera dimulai, Om Benny menginstruksikan mereka untuk <em>jogging-jogging</em> kecil, Hary dan Franky sering latihan bareng karena posisi mereka sama2 pemain tengah, bedanya Hary bertipe <em>marker</em> dan Franky bertipe <em>playmaker</em>. Bercerita tentang kegagalan Hary menembak cewek, Franky menceritakan dalam 5400 detik pertandingan sepakbola saja masih mungkin tidak terjadi gol sedikitpun, itu hanya soal pintar-pintarnya memanfaatkan peluang. Soichiro Honda berhasil hanya 1 % dan 99 % berisi kegagalan, namun yang 1% itu telah mengubah namanya dan bahkan dunia. Bahkan motor Franky pun bermerk Honda. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;"><span> </span>Hari berikutnya masih cukup berat bagi Hary, dia masih enggan keluar kelas di jam istirahat, takut ketemu Dian. Sebenarnya si Dian ini juga rada malu-malu kucing dan dia juga ada sedikit rasa suka sama Hary, cuma karena gengsi di depan teman-teman aja dia nolak Hary. Makanya Dian suka sok mondar-mandir depan kelas Hary buat sekedar TP, maklum WC cewek gak jauh letaknya dari kelas Hary, sekalian jadinya. Sewaktu istirahat ini juga Ipank dari Seksi Olahraga OSIS mengumumkan tentang adanya kompetisi olahraga di Senayan yang diselenggarakan oleh SMA 70. Para siswa yang merasa punya bakat di bidang olahraga tertentu disarankan untuk ikut. Hary sertamerta langsung mengajak Vino untuk ikutan sepakbola dan futsal sekaligus, beberapa anak seperti Arjun dan Didik lebih suka ikut voli, Fandi sang ketua kelas ikutan tenis meja, sementara Damar yang berbadan besar hanya pasrah ketika teman-temannya meminta dia jadi seksi konsumsi, tentunya setelah harapannya mengikuti cabang sumo gagal. Maklum tidak ada cabang sumo di kompetisi itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;"><span> </span>Suasana kelas langsung ramai ketika sekolah mengumumkan siswa-siswa yang terpilih dan akan dikirim untuk mewakili sekolah mereka bertanding. </span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">Dian ternyata juga terpilih untuk cabang bola basket. Hary agak terkejut melihat nama Dian, bercampur rasa antara kagum dan deg-degan. Bagaimana kalau nanti ketemu mendadak dan langsung salah tingkah. Dari jauh ternyata Dian juga senyum-senyum nggak jelas melihat Hary. Teman-temannya langsung memergoki dan menanyakan apa yang Dian lihat, spontan Dian menjawab kalau dia lagi melihat Sari temannya sedang terburu-buru melihat pengumuman.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;"><span> </span>Di rumah Hary bercerita kepada ayahnya seputar kompetisi sepakbola dan futsal yang akan diikutinya dua minggu lagi. Ayah Hary yang Juventini (penggemar Juventus) lantas setuju dengan keinginan anaknya untuk ikut kompetisi itu, wajar saja karena dulu beliau juga adalah seorang <em>wing back</em> yang rajin bolak-balik membantu serangan. Soal kisah cinta Hary, ayahnya memberi nasihat bahwa olahraga bisa membantu Hary melupakan cewek. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;"><span> </span>Siapa menyangka ternyata kompetisi itu menjadi awal percintaan mereka berdua. </span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">Hary yang tampil amat baik di pertandingan futsal memikat dua pihak, Dian sang pujaan hati dan John dari Ajax Amsterdam Junior Club. Dian dan Hary akhirnya jadian setelah Dian menembak Hary persis setelah semifinal selesai dan Hary masih dalam keadaan peluh keringat. Tapi ternyata mereka tak bisa lama-lama bersama karena John merekrut Hary untuk berlatih sepakbola di Belanda dan tentunya harus meninggalkan sekolah mereka selama beberapa saat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;"><span> </span>Pada saat keberangkatan Hary, Dian ikut ke bandara. Perpisahan tak terelakkan dan mereka tidak bisa lagi bersama untuk sementara waktu. Kepergian Hary diiringi janjinya untuk setia dan juga doa supaya Dian baik-baik saja di tanah air. Pesawat lepas landas, sepakbola dan cinta adalah dua hal yang terkadang tidak dapat diraih keduanya sekaligus.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:Verdana;">Oleh Yuan Hanif Syaniardi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:Verdana;">Mahasiswa yang mencari arti cinta sesungguhnya</span></strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/xmlui.wordpress.com/25/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/xmlui.wordpress.com/25/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/xmlui.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/xmlui.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/xmlui.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/xmlui.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/xmlui.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/xmlui.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/xmlui.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/xmlui.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/xmlui.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/xmlui.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/xmlui.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/xmlui.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/xmlui.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/xmlui.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=xmlui.wordpress.com&amp;blog=3475655&amp;post=25&amp;subd=xmlui&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://xmlui.wordpress.com/2008/05/02/bola-bola-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e07cbcdd8aa18ba490420a4999d4c771?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">xmlui</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kancing Emas</title>
		<link>http://xmlui.wordpress.com/2008/05/02/kancing-emas/</link>
		<comments>http://xmlui.wordpress.com/2008/05/02/kancing-emas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 08:48:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>xmlui</dc:creator>
				<category><![CDATA[fiksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://xmlui.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika ada seorang pemuda yang sedang menunggu kekasihnya di sebuah taman, di bawah sebatang pohon yang rindang, sambil membawa bunga. Laki-laki itu menunggu kekasihnya dengan sabar. Namun setelah beberapa menit menunggu ia merasa bosan. Ia mulai gelisah dan selalu &#8230; <a href="http://xmlui.wordpress.com/2008/05/02/kancing-emas/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=xmlui.wordpress.com&amp;blog=3475655&amp;post=23&amp;subd=xmlui&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:2cm;">Suatu ketika ada seorang pemuda yang sedang menunggu kekasihnya di sebuah taman, di bawah sebatang pohon yang rindang, sambil membawa bunga. Laki-laki itu menunggu kekasihnya dengan sabar. Namun setelah beberapa menit menunggu ia merasa bosan. Ia mulai gelisah dan selalu melirik jam tangannya. Ia mulai mondar-mandir dan bertanya-tanya dalam hati di manakah kekasihnya gerangan. Ia berandai-andai jika ia mempunyai sebuah benda ajaib yang dapat membawanya ke masa depan yang ia inginkan sehingga tidak perlu menunggu. Ketika sedang bosan sambil berandai-andai itu, tiba-tiba muncullah seorang peri di hadapannya. Peri itu cantik, bersayap, dan suaranya lembut bagai nyanyian surgawi. Pria itu sangat kaget, namun peri itu menenangkannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:2cm;">“Aku mendengar keluhanmu dan aku mempunyai jawaban atas masalahmu. Ambillah ini!” kata peri itu seraya menyodorkan sebuah kancing emas. “Kenakanlah pada pakaianmu dan jika kau merasa bosan dan ingin waktu cepat berlalu, putarlah kancing ini ke kenan.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:2cm;">Seusai menerima pemberian peri itu, ia pun menghilang. Kini pria itu yang ditinggal sangat terheran-heran namun gembira segera memasangkan kancing itu dan memutarnya ke kanan. Sesaat kemudian, kekasihnya sudah berada di depannya. Ia sangat gembira bertemu kekasihnya itu. Sambil bercakap-cakap, ia berangan-angan lagi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:2cm;">“Ah, seandainya ia menjadi istriku!”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:2cm;">Kemudian ia memutar kancing itu ke kanan dan keajaiban terjadi. Ia kini mengenakan tuksedo hitam dan sedang berada di gereja sambil bergandengan tangan dengan kekasihnya yang kini mengenakan gaun putih indah, saling mengucap janji setia. Ia pun sangat bahagia dengan keadaannya. Ia merayakan pernikahannya di kebun dan semua orang tampak bahagia. Namun yang paling berbahagia adalah dirinya karena dapat bersatu dengan kekasihnya. Ia pun berbicara dengan istrinya,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:2cm;">“Seandainya kita memiliki anak yang banyak, pastilah hidup kita akan lebih bahagia.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:2cm;">Dan ia pun memutar kancingnya. Sesaat kemudian ia sedang duduk-duduk santai di rumahnya, sambil melihat empat orang anaknya bermain. Ia ditemani istrinya yang sedang merajut, menghabiskan waktu santai bersama keluarganya, dan sangat bahagia melihat anak-anaknya tumbuh sehat dan bahagia. Namun ia pun melihat dirinya sudah mulai tua.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:2cm;">“Ah, sungguh bahagia diriku jika melihat mereka menikah nanti.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:2cm;">Maka ia pun memutar kancingnya dan kini ia sedang berada di pesta pernikahan anaknya yang sulung. Ia memandang gembira sekelilingnya. Anaknya sudah menikah, pesta yang menyenangkan, dan orang-orang tampak tersenyum bahagia. Walaupun dilihatnya dirinya dan istrinya sudah mulai tua dan keriput, hal itu tak mengurangi rasa senang dalam hatinya. Dan ia pun memutar kancingnya sekali lagi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:2cm;">Kini ia sedang terbaring sakit di tempat tidur. Napasnya sudah tersengal-sengal. Tangannya sudah gemetaran, mukanya sudah keriput. Ia melihat istrinya yang setia di sampingnya sudah tidak secantik dulu lagi ketika muda. Obat-obatan yang harus diminumnya membuatnya muak. Ia kini sadar kesalahannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:2cm;">“Ah, seandainya saja waktu dapat berputar kembali.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:2cm;">Dan dengan sisa tenaganya, dengan agak ragu ia mencoba memutar kancing itu ke kiri. Dan lihatlah di mana ia sekarang. Ia sedang berada di taman, menunggu di bawah pohon rindang, dengan bunga di tangannya, menunggu kekasihnya datang. Kancing emasnya tak ada di pakaiannya. Ia pun terdiam lama dan kini tanpa melirik jam tangannya, ia menunggu kekasihnya dengan sabar.</p>
<p>created by :</p>
<p>Priska Kalista</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/xmlui.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/xmlui.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/xmlui.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/xmlui.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/xmlui.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/xmlui.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/xmlui.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/xmlui.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/xmlui.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/xmlui.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/xmlui.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/xmlui.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/xmlui.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/xmlui.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/xmlui.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/xmlui.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=xmlui.wordpress.com&amp;blog=3475655&amp;post=23&amp;subd=xmlui&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://xmlui.wordpress.com/2008/05/02/kancing-emas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e07cbcdd8aa18ba490420a4999d4c771?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">xmlui</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>5 WANITA</title>
		<link>http://xmlui.wordpress.com/2008/05/02/5-wanita/</link>
		<comments>http://xmlui.wordpress.com/2008/05/02/5-wanita/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 08:38:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>xmlui</dc:creator>
				<category><![CDATA[drama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://xmlui.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[5 Wanita menceritakan tentang lika – liku kehidupan kelima wanita penderita cacat fisik yang berbeda. Gita, 25 tahun, yang kehilangan kedua kakinya dalam kecelakaan mengenaskan. Dara, 17 tahun, seorang gadis desa tuna rungu dengan talenta menyanyi yang sangat potensial untuk &#8230; <a href="http://xmlui.wordpress.com/2008/05/02/5-wanita/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=xmlui.wordpress.com&amp;blog=3475655&amp;post=22&amp;subd=xmlui&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;">5 Wanita menceritakan tentang lika – liku kehidupan kelima wanita penderita cacat fisik yang berbeda. Gita, 25 tahun, yang kehilangan kedua kakinya dalam kecelakaan mengenaskan. Dara, 17 tahun, seorang gadis desa tuna rungu dengan talenta menyanyi yang sangat potensial untuk dikembangkan. Tara, 30 tahun, seorang tuna netra yang juga seorang perancang busana. Nisa, 20 tahun, seorang tuna wicara yang bergelut di bidang IT dan sering mengandalkan media <em>chatting</em> untuk berkomunikasi. Lana, 35 tahun, wanita <em>single parent</em> paruh baya yang terjangkit kanker payudara ganas. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;"><span> </span>Gita sebenarnya tidak ingin nasibnya menjadi tragis seperti sekarang. Awalnya ia berniat mengucapkan salam perpisahan kepada kekasihnya, Raka, yang akan melanjutkan studi kedokteran di Jerman. Naas baginya karena ia tertabrak mobil sehingga kedua kakinya terpaksa diamputasi. Raka yang merasa bersalah berjanji akan segera kembali untuk Gita. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;"><span> </span>Dara yang menyadari talentanya harus dikembangkan memberanikan diri mengikuti kontes pencarian bakat ternama ibukota. Dukungan keluarga menjadi suntikan penyemangatnya untuk terus melaju dalam kontes tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;"><span> </span>Tara yang memiliki sebuah butik kecil di pinggiran ibukota mendapat kesempatan untuk menampilkan koleksi rancangannya di pusat ibukota. Namun, Tara merasa minder dan mengalami krisis percaya diri karena rasa malu yang terus menghantuinya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;"><span> </span>Nisa yang sukses dengan proyek <em>software </em>ciptaanya pun sukses jatuh hati pula dengan salah seorang eksekutif<span> </span>muda bernama Dodi yang sekaligus klien baru di perusahaan tempat ia bekerja. Namun, Nisa tidak berani menyatakan perasaannya walaupun ia sering <em>chatting</em> dengan Dodi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;"><span> </span>Lana memiliki seorang putra bernama Adit yang tampan dan pintar serta akan diwisuda pada bulan depan. Sayangnya, Adit tidak dapat menerima kondisi bundanya yang sedang kritis melawan kanker dan mengalami kebotakan. Adit merasa malu dan terhina jika membawa ibunya pada acara wisudanya tersebut. Terlebih, Adit juga langsung mendapat beasiswa Master di Australia. Walaupun perlakuan Adit tidak berkenan, Lana tetap menyayangi Adit sepenuh hati. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;"><span> </span>Konflik makin rumit ketika Raka yang telah kembali dari Jerman bersedia membantu Gita dengan membuat kaki palsu supaya ia dapat berjalan lagi. Namun, Raka tidak kembali sendiri melainkan dengan seorang wanita Jerman bernama Tatiana, tunangannya. Gita merasa terpukul sekali dan bimbang apakah ia akan menerima tawaran dari Raka atau tidak. <span> </span>Namun pada akhirnya Gita menyadari bahwa cinta tidak selamanya harus memiliki. Melepas Raka merupakan cara satu- satunya sehingga baik ia maupun Raka dapat memulai lembaran baru dalam hidup masing – masing. Gita pun menjalani operasi tersebut dan ia dapat berjalan kembali. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;"><span> </span>Tara yang sedang berdiam di butiknya didatangi dua wanita yang tak lain Tatiana yang memesan baju pengantin dan Gita yang akan menjadi <em>bridemaid</em> pada pernikahan Tatiana dan Raka. Karena akan dihadiri oleh sejumlah <em>public figure</em> dan pejabat penting, Tara mengiyakan permintaan Tatiana dan Raka untuk merancang gaun bagi mereka. Tara berharap jika reaksi yang didapat positif maka ia akan memberanikan diri untung tampil di parade <em>fashion show</em> yang ditawarkan padanya. Akhirnya, pesta pernikahan itu terlaksana dengan baik dan gaun rancangannya membuat para tamu berdecak kagum sehingga Tara jadi mengikuti parade <em>fashion show</em> dan sejak saat itu ia menjadi salah seorang desainer yang patut diperhitungkan dalam perkembangan mode di ibukota. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;"><span> </span>Dara yang pada babak pertama kontes tereliminasi karena juri tidak bisa menerima kekurangan fisiknya menjadi putus asa. Karena tidak memiliki cukup uang untuk kembali ke kampung, ia terpaksa mengamen di jalanan ibukota. Suaranya yang merdu menggugah hati Nisa yang sedang terjebak kemacetan dalam perjalanan ke sebuah <em>café</em> untuk makan malam berdua dengan Dodi mengajak Dara ikut bersamanya. Ia menulis di kertas memohon pada Dara untuk menyanyikan lagu yang menggambarkan perasaannya pada Dodi dan Dara mengiyakan. Akhirnya, hati Dodi luluh dan ia menerima cinta Nisa. Secara kebetulan, di <em>café</em> tersebut ada seorang produser musik bernama Bram yang tertarik pada suara Dara dan akhirnya impian Dara menjadi seorang penyanyi terwujud berkat kerjasama yang baik antara ia dan Bram. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;"><span> </span>Dara yang telah menjadi penyanyi terkenal mengisi acara pada wisuda kampus Adit yang juga merupakan kampus ternama di Indonesia. Lagu Bunda ciptaan Melly Goeslaw menggugah hati Adit yang tiba – tiba teringat pada Lana, ibunya. Adit yang sejak dua bulan lalu sudah tidak tinggal bersama ibunya tidak mengetahui bahwa ibunya, Lana, telah menghembuskan nafas terakhirnya saat sidang skripsinya berakhir. Saat hendak mengambil paspornya yang tertinggal di rumah, ia baru mengetahui semua dan langsung terduduk lemas. Terlebih di meja kamar tidurnya telah tertata rapi segala keperluan termasuk paspor dan sweater rajutan Lana sendiri supaya Adit tidak kedinginan selama berada di Australia. Adit bergegas mengunjungi makam Lana dan bersimpuh memohon maaf. Akhirnya, Adit tidak jadi berangkat ke Australia. Ia menjadi aktivis seperti ibunya khususnya dalam rangka memerangi kanker payudara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;"><em><span style="font-family:Verdana;">Created by</span></em><span style="font-family:Verdana;"> :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;">Lucia Roly – 0606101622 – Dalam Rangka Memperingati Hari Kartini 2008</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/xmlui.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/xmlui.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/xmlui.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/xmlui.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/xmlui.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/xmlui.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/xmlui.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/xmlui.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/xmlui.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/xmlui.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/xmlui.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/xmlui.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/xmlui.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/xmlui.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/xmlui.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/xmlui.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=xmlui.wordpress.com&amp;blog=3475655&amp;post=22&amp;subd=xmlui&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://xmlui.wordpress.com/2008/05/02/5-wanita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e07cbcdd8aa18ba490420a4999d4c771?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">xmlui</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>UNTITLED</title>
		<link>http://xmlui.wordpress.com/2008/05/02/untitled/</link>
		<comments>http://xmlui.wordpress.com/2008/05/02/untitled/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 08:34:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>xmlui</dc:creator>
				<category><![CDATA[drama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://xmlui.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[“Jodoh itu ndak perlu dicari, le. Nek wis wektune, bakal teko dewe”. Kalimat itu yang selalu terngiang di kepala Rio. Kata-kata ibunya yang waktu muda merupakan pesinden tersohor di kampungnya. Sampai sekarang di usianya yang ke- 21, Rio masih ingin &#8230; <a href="http://xmlui.wordpress.com/2008/05/02/untitled/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=xmlui.wordpress.com&amp;blog=3475655&amp;post=21&amp;subd=xmlui&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-family:Verdana;">“<em>Jodoh itu ndak perlu dicari, </em></span><em><span style="font-family:Verdana;">le</span></em><em><span style="font-family:Verdana;">. Nek wis wektune, bakal teko dewe</span></em><span style="font-family:Verdana;">”. Kalimat itu yang selalu terngiang di kepala </span><strong><span style="font-family:Verdana;">Rio</span></strong><span style="font-family:Verdana;">. Kata-kata ibunya yang waktu muda merupakan pesinden tersohor di kampungnya. Sampai sekarang di usianya yang ke- 21, Rio masih ingin membuktikan kebenaran kalimat tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-family:Verdana;">Samar-samar terdengar panggilan yang membuyarkan lamunan tengah harinya. Rio menoleh ke arah suara itu. <strong>Ica</strong>, teman yang duduk disebelahnya berbisik menyuruhnya membuat kelompok tugas yang diberikan <strong>Bu Astini Iswarani</strong>. Rio duduk tegak dan mencoba mengembalikan pikirannya ke dalam ruang kelasnya. Bu Astini Iswarani atau yang lebih akrab disapa Bu Ais, dosen Mikrobiologi Fakultas MIPA Universitas Depok Jakarta itulah yang membuat dirinya melamun di siang hari bolong.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-family:Verdana;">Pagi ini Rio sengaja bangun lebih pagi dari biasanya. Sepotong kaos berwarna merah dan celana pendek hitam sudah disiapkannya tadi malam sebelum tidur. Selesai mandi dan melakukan sedikit ritual pengharuman diri, ia bergegas mengayuh sepedanya menuju kampus Universitas Depok Jakarta.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-family:Verdana;">Sudah menjadi kesepakatan bersama di kampusnya, hari Sabtu pagi adalah hari paling ceria. Alunan musik berbagai aliran mengiringi langkah kaki pejalan kaki yang menuju lapangan utama kampus. Arena kampus pada hari Sabtu ramai berisi manusia-manusia yang ingin berolahraga dan mengusir setan-setan penyakit dalam tubuh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-family:Verdana;">Dalam kerumunan manusia, mata Rio menyipit mencari sosok wanita yang membuatnya penasaran. Sambil menuntun sepedanya menuju parkiran, ia tidak melepaskan pandangannya dari sosok dosen Mikrobiologinya itu. Ia menyeruak barisan orang-orang yang ingin bersenam pagi dan menyapa dosen berambut keriting itu dengan penuh antusiasme. Mendapat sambutan yang begitu hangat dan akrab, Rio tidak beranjak dari tempatnya yaitu di barisan terdepan senam pagi. Dari sini, ia dapat melihat dan mengikuti setiap gerakan senam yang diperagakan Bu Ais.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-family:Verdana;">Senyum kecil tak pernah lepas dari bibir Rio ketika mengantar dosen favoritnya itu pulang. Percakapan demi percakapan bergulir begitu saja seolah ada skenarionya. Walaupun rumahnya dan Bu Ais berjauhan 180<sup>o</sup>, Rio hanya menikmati detik-detik kebersamaan mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-family:Verdana;">Suatu kali, Rio pernah bercerita pada sahabatnya, <strong>Dani</strong>, tentang perasaannya terhadap Bu Ais. Dani berkali-kali berkomentar bahwa hubungan itu tidaklah mungkin. Usia mereka terlampau jauh berbeda. Terlebih lagi, Bu Ais adalah seorang dosen. Probabilitas dia bisa jatuh cinta pada mahasiswanya nyaris nol. Rio ragu, hati kecilnya berkata bahwa ucapan Dani benar, dan kini ia takut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-family:Verdana;">Akhir-akhir ini Rio terlihat lebih sering melamun. Ia tidak lagi bangun pagi buta di hari Sabtu. Hampir selalu terlambat kuliah, bahkan kuliah Mikrobiologi. Pikirannya melayang, bukan memikirkan Bu Ais tapi justru Dani, tepatnya kata-kata Dani. Tapi pada akhirnya Rio tidak peduli, ia ikuti perasaannya, tetap kukuh ingin membuktikan kata-kata ibunya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-family:Verdana;">Sekarang, aikido jadi satu olahraga yang ingin dipelajarinya. <em>Martial arts</em> asal Jepang yang memanfaatkan serangan lawan untuk membela diri. Tentu saja, siapa lagi yang membuatnya tertarik kalau bukan dosen unik yang cinta olahraga, Bu Ais. Aikido mengharuskan Rio berpasangan dengan orang lain, termasuk Bu Ais untuk melatih teknik. Justru inilah yang ditunggu-tunggu oleh Rio setiap minggunya, kesempatan berpasangan dengan Bu Ais yang lebih senior darinya. ‘<em>Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui</em>’. Peribahasa sepertinya itu cocok sekali dengan diri Rio saat ini. Bukankah demikian??</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-family:Verdana;">Gosip memang beredar dengan cepat, di jurusannya, Biologi. Tidak ada berita rahasia yang bisa bertahan lebih dari satu hari. Termasuk gosip tentang Bu Ais dan seorang laki-laki yang dekat dengannya. Apalagi laki-laki tersebut juga penghuni kampus yang sama. Siapakah laki-laki itu? Menurut gossip yang beredar, tidak lain dan tidak bukan adalah Pak Didin, dosen Mikrobiologi yang mengajar setelah ujian tengah semester.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-family:Verdana;">Dunia serasa berputar dengan lambat sampai Rio bisa merasakan putaran yang membuatnya pening. Menurut kabar yang didengarnya dari si Ratu Gosip, Ica, Pak Didin dan Bu Ais sering pulang bersama-sama. Selain itu, Bu Ais memakai parfum yang diberikan Pak Didin di hari ulang tahunnya. Dan yang paling mencolok adalah kini sebuah cincin melingkar di jari Bu Ais…</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-family:Verdana;">Hati Rio berdegup kencang menunggu pukul 16.00 waktu selesainya kuliah Mikrobiologi. Rio telah membulatkan tekad. Ia tidak mampu lagi terombang-ambing dalam ketidakpastian kabar mengenai kedekatan Bu Ais dengan Pak Didin. Rio sadar dan ingat betul momen penyerahan kado ulang tahun Bu Ais yang ke- 29. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-family:Verdana;">Kado darinya dalam kotak berwarna biru…</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-family:Verdana;"><span> </span>yang berisi sebuah cincin perak…</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-family:Verdana;">Kini semua bagai terselubung kabut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-family:Verdana;">Bagaimanakah sesungguhnya hubungan Bu Ais dan Pak Didin?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-family:Verdana;">Mampukah Rio menemukan jodohnya dan membuktikan kebenaran kata-kata ibunya?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:normal;" align="center"><span style="font-family:Verdana;">***</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-family:Verdana;">Created by : Reffynda Esna Putri (0606101894)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-family:Verdana;">Pondok Gede, 27 Maret 2008</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;">posted by deti &amp; mesa</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/xmlui.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/xmlui.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/xmlui.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/xmlui.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/xmlui.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/xmlui.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/xmlui.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/xmlui.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/xmlui.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/xmlui.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/xmlui.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/xmlui.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/xmlui.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/xmlui.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/xmlui.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/xmlui.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=xmlui.wordpress.com&amp;blog=3475655&amp;post=21&amp;subd=xmlui&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://xmlui.wordpress.com/2008/05/02/untitled/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e07cbcdd8aa18ba490420a4999d4c771?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">xmlui</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cinta Sejati</title>
		<link>http://xmlui.wordpress.com/2008/04/26/cinta-sejati/</link>
		<comments>http://xmlui.wordpress.com/2008/04/26/cinta-sejati/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Apr 2008 09:08:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>xmlui</dc:creator>
				<category><![CDATA[drama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://xmlui.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Andi seorang karyawan kantoran yang rajin, disiplin, giat bekerja. Ia meraih sukses dan  berhasil menduduki posisi yang tinggi dalam usia yang masih muda, ia tidak suka kehidupan pemuda-pemuda lajang yang suka macam-macam dan menikmati dunia malam, ia lebih senang dengan &#8230; <a href="http://xmlui.wordpress.com/2008/04/26/cinta-sejati/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=xmlui.wordpress.com&amp;blog=3475655&amp;post=18&amp;subd=xmlui&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Andi seorang karyawan kantoran yang rajin, disiplin, giat bekerja. Ia meraih sukses dan<span>  </span>berhasil menduduki posisi yang tinggi dalam usia yang masih muda, ia tidak suka kehidupan pemuda-pemuda lajang yang suka macam-macam dan menikmati dunia malam, ia lebih senang dengan hidup berkeluarga, menikmati hasil jerih payahnya bersama istri dan anak-anaknya. Sehingga ia memutuskan untuk mencari seorang wanita yang benar-benar tepat untuk di nikahinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Suatu hari temannya memperkenalkan Andi dengan seorang wanita, Andi menerima saja tawaran bertemu tersebut, apalagi saat itu dia memang sedang tidak memiliki pasangan, ia beranggapan kalau cocok bisa dilanjutkan ke hubungan yang lebih serius, kalau memang tidak memenuhi keinginannya, setidaknya bisa menjadi teman ataupun sebagai link buat menemukan gadis yang tepat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Di sebuah kafe yang telah dijanjikan, Andi pun bertemu dengan Rita, wanita yang hendak </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">diperkenalkan oleh temannya. Namun ternyata Andi benar-benar kecewa, karena Rita benar-benar jauh seperti yang diharapkan, ia hanya menghabiskan waktunya sesaat untuk berbasa-basi, setelah itu ia pamit dengan alasan ada urusan. Ia benar-benar kecewa dan kesal. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Paginya, ia melampiaskan kekesalan kepada temannya yang memperkenalkan Rita, ia pun bercerita kepada teman-temannya akan ke&#8221;sialan&#8221;nya tersebut, ia pun bicara pedas tentang kulitnya yang hitam, wajahnya yang tidak menarik dimata Andy, usianya yang lebih tua dan menanggap baru saja bertemu dengan seorang hantu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Semenjak pertemuan itu, Rita sempat beberapa kali menghubungi Andy, awalnya Andy menolak secara halus, namun karena Rita tidak berhenti berusaha, Andy pun berbicara kasar. Rita amat shock. Ia minta maaf dan tidak pernah menghubungi Andy lagi. Ia sadar Andy tidak suka sama sekali kepada dirinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Beberapa waktu kemudian, karena suatu kasus didalam perusahaan, Andy dipecat, nasibnya benar-benar hancur, karirnya berantakan. Awalnya ia masih semangat mencari pekerjaan lain, namun karena terus-terusan gagal, ia pun depresi, ia larut dalam kehidupan malam dan<span>  </span>disibukkan dengan alkohol.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Disaat itu, Rita kembali menghubunginya sekedar memberi semangat, Andy yang sedang kesal, mabuk dan stress hanya memaki dan menghina Rita, namun Rita tidak menyerah, ia terus memberi support kepada Andy, bahkan Andy ditawarkan bekerja di perusahaannya. Awalnya gengsi Andy tinggi, namun karena butuh uang akhirnya ia pun menerima. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Seiring berjalan waktu, Andy mulai betah di perusahaan Rita, bukan hanya itu, ia bahkan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">semakin dekat dengan Rita, ia mulai membuka hati dengan Rita, setidaknya sebagai sahabat, namun lama kelamaan Andy mulai menyenangi sifat-sifat Rita, dan mereka pun melanjutkan ke jenjang perkawinan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Begitulah cinta ketika ia terurai jadi perbuatan. Ukuran integritas cinta adalah ketika ia </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">bersemi dalam hati, terkembang dalam kata, terurai dalam perbuatan. Kalau hanya berhenti dalam hati, itu cinta yang lemah dan tidak berdaya. Kalau hanya berhenti dalam kata, itu cinta yang disertai dengan kepalsuan dan tidak nyata.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Kalau cinta sudah terurai jadi perbuatan, cinta itu sempurna seperti pohon, akarnya terhunjam dalam hati, batangnya tegak dalam kata, buahnya menjumbai dalam perbuatan. Persis<span>  </span>seperti iman, terpatri dalam hati, terucap dalam lisan, dan dibuktikan oleh amal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Namun cinta memang penuh tantangan, banyak orang yang berprasangka buruk, banyak orang yang menyayangkan Andy yang tampan dengan Rita, ada pula yang beranggapan kalau Andy hanya menginginkan harta Rita. Namun semuanya mampu dilalui bersama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Tahun demi tahun telah berlalu, Suatu saat Rita berkata ,&#8221;Ini uang-uang yang sudah lama </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">kutabung, pakailah ini untuk mencari wanita idamanmu, aku hanya membutuhkan status bahwa aku pernah menikah, menjadi seorang istri dan memiliki anak.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Andy benar2 terkejut mendengar perkataannya, mungkin Rita masih mengira Andy mencintai dan menikahinya karena harta, andy menjawab, &#8220;Aku sudah memutuskan untuk mencintaimu. Aku takkan menikah lagi.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Sejak saat itu hubungan kami bukan hanya bertambah awet</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><strong>by : Freddy Setiawan</strong></span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">posted by : d&amp;m</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/xmlui.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/xmlui.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/xmlui.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/xmlui.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/xmlui.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/xmlui.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/xmlui.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/xmlui.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/xmlui.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/xmlui.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/xmlui.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/xmlui.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/xmlui.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/xmlui.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/xmlui.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/xmlui.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=xmlui.wordpress.com&amp;blog=3475655&amp;post=18&amp;subd=xmlui&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://xmlui.wordpress.com/2008/04/26/cinta-sejati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e07cbcdd8aa18ba490420a4999d4c771?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">xmlui</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kado Ulang Tahun</title>
		<link>http://xmlui.wordpress.com/2008/04/26/kado-ulang-tahun/</link>
		<comments>http://xmlui.wordpress.com/2008/04/26/kado-ulang-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Apr 2008 09:03:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>xmlui</dc:creator>
				<category><![CDATA[drama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://xmlui.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Pagi itu mungkin bukanlah pagi yang berbeda bagi Ben. Tidak sampai ia terbangun dari tidurnya oleh suara jam weker yang berdering kencang. Ketika sadar bahwa ia bangun kesiangan, dengan sigap ia bergegas untuk pergi kuliah. Entah mengapa ada yang terasa &#8230; <a href="http://xmlui.wordpress.com/2008/04/26/kado-ulang-tahun/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=xmlui.wordpress.com&amp;blog=3475655&amp;post=17&amp;subd=xmlui&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Pagi itu mungkin bukanlah pagi yang berbeda bagi Ben. Tidak sampai ia terbangun dari tidurnya oleh suara jam weker yang berdering kencang. Ketika sadar bahwa ia bangun kesiangan, dengan sigap ia bergegas untuk pergi kuliah. Entah mengapa ada yang terasa berbeda di pagi itu. Di gerbang kampus Ben memanggil Ferdi, sahabat karibnya, yang berjalan tak jauh di depannya. Namun Ferdi hanya menoleh sesaat dan melanjutkan langkahnya. Sebuah reaksi yang tak terduga. Ben hanya berpikir bahwa Ferdi masih kesal karena ulah usilnya tempo hari. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kuliah telah dimulai. Ben langsung duduk di bangku pojok yang selalu ia tempati.<span>  </span>Namun sampai akhir kuliah pun ia merasa seperti diacuhkan oleh orang-orang di sekitarnya. Beberapa dari temannya hanya sesekali melihat ke arahnya dengan tatapan penuh arti tanpa sekalipun menggubris Ben yang berusaha untuk memancing obrolan. Ben pun semakin heran. Dengan gayanya yang santai ia pun beranjak untuk ke kantin.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Seorang wanita menghampirinya dengan senyuman manis. Ben merasa tidak pernah melihat wanita yang mengenakan sweater putih itu. Namun karena keramahannya, ia pun larut dalam percakapan. Sang wanita hanya tersenyum ketika Ben menceritakan sikap aneh dari teman-temannya di hari itu. Wanita itu hanya berkata, “Mungkin kau tidak sadar akan hari ini.” Ben yang semula heran mendengarnya akhirnya mengerti ketika melihat tanggal di jam tangannya. Ia baru ingat bahwa ini adalah hari ulang tahunnya. Ia langsung berpikir bahwa teman-temannya pasti sudah punya rencana di balik itu. Wanita itu pun mengajak Ben untuk merayakan ulang tahun kecil-kecilan di rumah Ben. Ben merasa tidak yakin untuk merayakan ulang tahun tanpa teman-temannya. ”Tenanglah, mereka pasti akan datang ke rumahmu” ujar wanita itu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sesampainya di rumah, Ben tidak sabar untuk menemui ibunya yang tidak sempat ia temui tadi pagi. Namun niatnya untuk berbagi kegembiraan ia urungkan ketika melihat ibunya duduk menangis sambil menatapi foto Ben sewaktu kecil. Ben tidak menyangka ibunya dapat terharu sedalam itu di hari ulang tahunnya yang ke 20. Ben pun memutuskan untuk kembali ke ruang tamu menemui wanita yang baru dikenalnya. “Ibumu pasti sangat terharu bila menyadari bahwa ia telah membesarkanmu selama 20 tahun”. “Ia pasti berharap besar darimu”, ujar wanita itu setelah mendengar cerita dari Ben.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Tak terasa senja pun tiba saat Ben masih asyik bercengkerama dengan wanita itu. Bel rumah Ben berbunyi. Ibu Ben membukakan pintu. Ben menghampiri ibunya sambil bertanya siapa yang datang, tetapi ibunya tak menjawab. Ben akhirnya sadar bahwa yang datang tak lain adalah teman-temannya. Namun Ben tidak merasa pernah mengundang mereka untuk datang di hari ulang tahunnya dengan <em>dresscode</em> hitam-hitam. Ia juga terheran-heran melihat mereka yang tiba-tiba berurai air mata bersama ibu Ben. “Kini aku tinggal sebatang kara, Nak!” ibu Ben berkata kepada mereka sambil terisak. Ben menoleh ke arah sang wanita. “Sudah kubilang, mereka pasti akan datang. Mereka semua sangat menyayangimu”, ujar wanita itu sambil tersenyum. “Maaf, karena aku tidak mengajakmu ke pemakamanmu tadi siang. Selamat jalan Ben …”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong>by : Barziyan</strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;margin:0;"><span style="font-size:11pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">posted by : d&amp;m</span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/xmlui.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/xmlui.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/xmlui.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/xmlui.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/xmlui.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/xmlui.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/xmlui.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/xmlui.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/xmlui.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/xmlui.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/xmlui.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/xmlui.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/xmlui.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/xmlui.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/xmlui.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/xmlui.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=xmlui.wordpress.com&amp;blog=3475655&amp;post=17&amp;subd=xmlui&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://xmlui.wordpress.com/2008/04/26/kado-ulang-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e07cbcdd8aa18ba490420a4999d4c771?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">xmlui</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Untitled Shooter</title>
		<link>http://xmlui.wordpress.com/2008/04/26/untitled-shooter/</link>
		<comments>http://xmlui.wordpress.com/2008/04/26/untitled-shooter/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Apr 2008 08:49:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>xmlui</dc:creator>
				<category><![CDATA[thriller]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://xmlui.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini Narendra, mahasiswa di sebuah perguruan tinggi, memulai hari-harinya dengan memasukan handy cam kesayangannya ke dalam backpack-nya. Kegiatan seperti itu sudah ratusan kali ia lakukan, karena hobinya memang merekam segala kejadian dengan handy cam itu. Segala jenis kejadian tidak &#8230; <a href="http://xmlui.wordpress.com/2008/04/26/untitled-shooter/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=xmlui.wordpress.com&amp;blog=3475655&amp;post=14&amp;subd=xmlui&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Pagi ini Narendra, mahasiswa di sebuah perguruan tinggi, memulai hari-harinya dengan memasukan handy cam kesayangannya ke dalam backpack-nya. Kegiatan seperti itu sudah ratusan kali ia lakukan, karena hobinya memang merekam segala kejadian dengan handy cam itu. <span>Segala jenis kejadian tidak pernah lepas dari rekaman handy cam-nya. Dari mulai kejadian yang patut untuk direkam sampai kejadian nggak penting pun tetap terekam dengan baik di handycam-nya. Sebut saja kejadian wisuda di sekolahnya waktu SMA dulu, sampai kejadian kucing berantem pun pernah ia rekam dan hasil rekamannya terususun rapi di kamarnya. Sampai tak ia sadari bahwa hobinya itu telah kelewat batas dan membuatnya menjadi over-addicted.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Naren berkuliah di kampus yang berada di daerah pinggiran Jakarta dan memang agak jauh dari rumahnya. Hal ini merupakan hal yang menguntungkan baginya karena ia dapat merekam segala jenis kejadian di sekitarnya ketika ia pulang dan pergi dari kampus. Sampai suatu hari ketika ia berjalan di jalan sepi setelah turun dari kereta sepulangnya dari kampus, terdengar teriaka penuh kengerian tidak jauh dari tempatnya berjalan saat itu. Rasa ingin tahu dan ingin mengabadikan kejadian spektakuler, membuatnya datang ke arah teriakan itu. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Ternyata teriakan itu berasal dari seorang karyawan muda yang sedang dianiaya dan dirampok oleh sekelompok preman setempat yang berbadan tinggi besar dan bersenjatakan golok. Ironis memang, namun rasa miris, sedih, atau takut tak dirasakan oleh Narendra. Dengan sigap ia langsung mengeluarkan handy cam dari tasnya, lalu merekam kejadian tersebut. Tak ada detail yang terlewatkan olehnya, sampai akhirnya kejadian itu diketahui oleh warga setempat dan perampok-perampok itu pun lari.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sesampainya di rumah, Narendra sudah tak sabar lagi untuk melihat hasil rekamannya. Ketika menonton, pada awalnya ia sungguh puas dengan hasilnya. Namun, Narendra sungguh tidak menduga bahwa di akhir rekaman videonya itu, salah satu dari perampk mengerikan itu, menatap tepat ke lensa kameranya dengan jelas. Seketika itu juga Naren bergidik ngeri. Ia langsung tahu bahwa perampok itu menyadari bahwa ada saksi mata dan abrang bukti yang mengetahui bahwa mereka si pelaku. Keringat dingin menetes dari pelipis Narendra. Seketika ia sadar, bahwa hidupnya tak kan lagi sesederhana biasanya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Beberapa hari kemudian, sepulangnya Narendra dari kampus, ketika ia melewati tempat yang sama sewaktu ia merekam kejadian mengerikan itu. Ia merasakan adanya langkah-langkah kaki di belakangnya. Rasa takut menyergapnya. Naren mempercepat langkahnya. Firasat buruk muncul. Ia yakin sekali bahwa yang mengejar-nya adalah perampok-perampok jahat itu. Beruntung ketika Naren tiba di jalan besar, langkah kaki itu terasa tak lagi mengikutinya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Esoknya, Naren baru saja keluar dari rumahnya, dan ia menemukan sepucuk surat di depan rumahnya. Surat itu tidak memeiliki cap pos, pertanda memang diantarkan langsung oleh si empunya surat. Naren membukanya, dan betapa kagetnya ia, ketika membaca isi surat itu. Surat itu berbunyi : <em>Kami tahu kalau elu ngeliat apa yang kami lakukan waktu itu!!!! Jangan harap elu bisa tenang. Cecunguk!! </em></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>Esoknya lagi, Naren baru saja akan berangkat ke kampusnya. </span><span>Tiba-tiba ada mobil jeep menghalangi jalannya. Tiga orang tinggi besar langsung keluar dari mobil itu. Naren yakin benar akan apa yang dilihatnya. Itu adalah perampok-perampok yang direkamnya. Naren pun ditarik untuk masuk ke dalam mobil dengan kasar. Naren terus meronta. Ia masih ingin hidup. </span><span>Ia sama sekali tak mengira bahwa hidupnya akan ebrakhir di tangan 3 orang jahat ini. Hanya karena handy-cam-nya&#8230; hanya hobinya&#8230;. hanya keterobsesiannya.</span></span></span></p>
<div style="border-right:medium none;border-top:medium none;border-left:medium none;border-bottom:windowtext 1pt solid;padding:0 0 1pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;padding:0;"><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
</div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">”Jadi anak ibu sejak kapan seperti ini?” seorang dokter setengah baya lengkap dengan kacamatanya, bertanya penuh keingintahuan pada seorang ibu yang terlihat sesenggukan.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">”Saya nggak tahu dok&#8230;. mungkin sekitar seminggu lalu. Ia jadi begitu aneh. Wajahnya terlihat selalu waspada. Matanya tak mau menatap orang di sekitarnya. Makan pun nggak jelas&#8230; terlebih lagi&#8230;..” omongan si ibu menggantung.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">”terlebih lagi apa bu?” si dokter berusaha untuk menggali lebih jauh.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>”kira-kira empat hari yang lalu, ia berlari-lari sepulangnya dari kampus. Toloooooong ma&#8230; toloooooooong&#8230; aku diikutin diikutin maaaaaaaaaaaaaaa&#8230;.. begitu katanya&#8230; padahal dia nggak diikutin siapa-siapa. Tidurnya pun sering mengigau nggak jelas&#8230; Waktu itu ada surat di depan rumah, padahal itu hanya surat rekening telpon, tapi ia berteriak-teriak ketakutan nggak mau kuliah, hari itu. Wajahnya panik dan takut. Lalu kemarin, saat ia<span>  </span>berangkat kuliah, ia dicegat oleh pamannya, tapi ia malah meronta-ronta takut ketika ditawarkan untuk diantarkan ke kampus. Ia malah menonjok pamannya&#8230;. untungnya ada warga yang menenangkan Naren&#8230; setelah itu ia pingsan. </span><span>Hari ini ia berceracau sendiri dengan handy cam-nya. Ia<span>  </span>juga membuang semua hasil rekamannya selama ini&#8230; saya sedih sekali dok… saya nggak ngerti dia kenapa? Dia nggak mau cerita…” si ibu itu kembali menangis.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">“Sepertinya anak ibu terkena halusinasi yang parah. Ia terlalu paranioid. Mungkin ia melihat sesuatu yang mengerikan&#8230;. lebih baik anak ibu dirawat dulu di sini.” pinta si dokter, ”Ya kan Naren? Kamu mau kan?” </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>Dokter itu bertanya pada Naren yang terduduk sambil senyam-senyum sendiri di sebelah ibunya. </span><span>Ia berbicara asik sendiri dengan handy cam-nya&#8230;. naren tak lagi perduli dengan dunia yang selama ini ia saksikan dan rekam. Ia hanyut dalam dunianya sendiri, tak mau lagi kembali ke dunia yang penuh dengan ketakutan dan paranoia…</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><strong>by : <span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Mieke Eka Putri</span></strong></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">posted by : d&amp;m</span></span></span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/xmlui.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/xmlui.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/xmlui.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/xmlui.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/xmlui.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/xmlui.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/xmlui.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/xmlui.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/xmlui.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/xmlui.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/xmlui.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/xmlui.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/xmlui.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/xmlui.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/xmlui.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/xmlui.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=xmlui.wordpress.com&amp;blog=3475655&amp;post=14&amp;subd=xmlui&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://xmlui.wordpress.com/2008/04/26/untitled-shooter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e07cbcdd8aa18ba490420a4999d4c771?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">xmlui</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berapa Lama Lagi ??</title>
		<link>http://xmlui.wordpress.com/2008/04/26/berapa-lama-lagi/</link>
		<comments>http://xmlui.wordpress.com/2008/04/26/berapa-lama-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Apr 2008 08:46:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>xmlui</dc:creator>
				<category><![CDATA[drama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://xmlui.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Menunggu,sudah sepuluh hari ia berada sana, tepat di depan parkiran sekolahku. Aldrian ‘menunggu’Armanda, mungkin itu namanya sekarang. Wajah tampannya, seyumnya yang manis memang menarik perhatian semua teman-temanku. Tetapi pandangan itu masih belum berhasil meluluhkan hatiku. Semua ini berawal, sepuluh hari &#8230; <a href="http://xmlui.wordpress.com/2008/04/26/berapa-lama-lagi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=xmlui.wordpress.com&amp;blog=3475655&amp;post=13&amp;subd=xmlui&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Menunggu,sudah sepuluh hari ia berada sana, tepat di depan parkiran sekolahku. Aldrian ‘<em>menunggu</em>’Armanda, mungkin itu namanya sekarang. Wajah tampannya, seyumnya yang manis memang menarik perhatian semua teman-temanku. Tetapi pandangan itu masih belum berhasil meluluhkan hatiku.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Semua ini berawal, sepuluh hari yang lalu ketika aku sedang makan bersama teman-temanku di warung depan sekolahku. Meja kami berhadapan dengan meja seorang cowok berwajah ganteng. Otomatis kami menjadikan cowok itu bahan obrolan kami. Tanpa kami sadari, cowok itu terus melayangkan pandangan kepada kami. Itupun menjadikan obrolan kami bertambah menarik, dibumbui dengan bertaruh siapakah yang sejak tadi dilirik oleh cowok itu. Obrolan kami tidak berlangsung lama, karena tiba-tiba cowok itu berdiri dan menghampiri meja kami, sambil tersenyum manis. Setelah memperkenalkan diri, ternyata namanya Aldrian, dan biasa dipanggil Ryan. Kami semua pun langsung terdiam dan saling berpandangan. Obrolan kami pun seraya mengalir. Tiba-tiba ia duduk di hadapanku dan menanyakan siapa namaku dan mulai memujiku dengan kata-kata manis.Aku terdiam berpikir mungkinkah dia hanya orang iseng, temanku semua langsung berteriak “Namanya Dea kelas 3A masih jomblo lho..” Aku langsung menyenggol teman sebelahku sambil melayangkan tatapan penuh kekesalan. Tetapi Ryan malah tersenyum dan mengatakan bahwa aku manis, jujur aku tersanjung dengan kata-katanya, tapi aku tetap berpikiran bahwa dia berniat jahat atau hanya iseng saja.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Besoknya, ada seorang cowok yang m, tak salah lagi, aku mengenalinya, itu adalah Ryan sudah menunggu di depan gerbang sekolahku. Semua teman-temanku langsung menarikku menghampirinya. Saat kami tepat di hadapannya, pandangannya lagsung tertuju kepadaku, ya gak salah lagi langsung tertuju ke arahku. “Mau pulang bareng ga?” Aku langsung kaget bercampur takut, “eh, aku ada urusan sebentar jadi pulangnya masih nanti.” Jawabku. “Gak pa pa kutungguin koq.” Rasa curigaku semakin bertambah, batinku bertanya siapa dia baru kenal kemarin berani benar ngajak pulang bareng, dia kira dia siapa, jangan-jangan aku mau diculik lagi. Secara kan banyak tuh anak-anak SMA yang ditipu dan kemuian diculik.iih serem.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">“Gak ah, aku abis itu masih harus mampir ke rumah tanteku,terus..”. Seulas senyum lagi-lagi mengambang di wajah Ryan, dia tahu Dea hanya beralasan untuk menolaknya. Aku menyambar tangan temanku Febry, dan mengajaknya untuk cepat melangkahkan kaki pergi dari sana. Semua temanku memarahiku, mengatakan begitu bodohnya aku menolak cowok seganteng dan semanis itu. Sempat terlintas penyesalan di kepalaku, tapi mau apalagi daripada menanggung resiko pulang bersama orang yang baru kukenal sehari.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>Besoknya, seperti de Javu, Ryan ada lagi berdiri persis di tempatnya kemarin, dan lagi-lagi semua cewek sekolahku menatapnya dan kagum akan dia. Tetapi aku malah memutuskan untuk tidak pulang dulu dan masuk kembali ke sekolah menemui Ibu Fella. Setelah aku bertemu Bu Fella dia menceritakan semuanya mengenai Aldrian, semua hal yang sebelumya tak kuketahui dari pria satu hari itu. Semuanya menceritakan mengenai seorang cowok SMA yang populer yang lulus dua tahun lalu, semuanya normal kecuali tragedi yang menimpa pacarnya saat SMA, Shandy Auretha. Aldrian sempat cuti 6 bulan akibat tragedi tersebut. Aku sangat terharu mendengar cerita Bu Fella, sampai ketika Bu Fella bertanya “Kamu adiknya Shandy ya ? Kamu mirip sekali dengan dia, bagai pinang dibelah dua.”. Aku terhenyak, tapi tetap berusaha tenang. “Aldrian, anak baik ,masa depannya juga cerah” Kata Bu Fella sebagai penutup pembicaraan singkat kami. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span>            </span></span><span>Esok harinya, aku tidak menghindar lagi. Bel tanda sekolah usai berbunyi, benar dia masih menungguku di sana di tempat biasa, tapi hal ini akan kusudahi. ”Berapa lama lagi kamu masih mau menungguku ?” tanyaku serius. ”Untukmu, tak terbatas..”. Emosiku meluap ”Untukku atau untuk Shandy ?”. Ryan diam, terus diam, senyumnya tidak lagi terlihat. ”Bu Fella cerita banyak tentangku ya?”. ”Tentang kalian”,jawabku, ”Wake Up,Yan, aku bukan Shandy 100% bukan, aku Dea.” Dan kamu belum mengenal aku.” Kekesalanku memuncak karena ternyata dia menyukai aku yang bukan aku. Aku melangkah pergi, Ryan berteriak ”aku akan selalu menunggumu.” Temanku Febry memarahiku ”dia udah berusaha de, apa sih maumu?”</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">”Entahlah, aku ingin buktikan kesungguhannya”</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">”Sampai kapan,berapa lama lagi” tanya temanku</span></span></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">”Sampai aku benar-benar yakin bahwa ia sadar aku adalah aku dan sama sekali bukan Shandy Uretha.”</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><strong>by: <span style="font-size:12pt;color:#ff9900;font-family:&quot;"><span style="color:#000000;">Merryl Frances</span></span></strong></span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><strong><span style="font-size:12pt;color:#ff9900;font-family:&quot;"><span style="color:#000000;">posted by : d&amp;m</span></span></strong></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/xmlui.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/xmlui.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/xmlui.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/xmlui.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/xmlui.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/xmlui.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/xmlui.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/xmlui.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/xmlui.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/xmlui.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/xmlui.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/xmlui.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/xmlui.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/xmlui.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/xmlui.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/xmlui.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=xmlui.wordpress.com&amp;blog=3475655&amp;post=13&amp;subd=xmlui&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://xmlui.wordpress.com/2008/04/26/berapa-lama-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e07cbcdd8aa18ba490420a4999d4c771?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">xmlui</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
